‘Chat’Jalan Perceraian?

0
92

Oleh :
Rini Indrawati, S.Pd.I
Pemerhati Muslimah Peduli Bangsa

Siapa sih yang tidak memiliki HP smartphone atau android dalam era saat ini? hampir setiap orang memilikinya dan menjadi wajib juga bagi mereka untuk mengisi waktu-waktu mereka dengan bermedia sosial.

Media sosial adalah media online dimana setiap orang, tidak memandang jenis kelamin maupun usia, bebas memanfaatkannya dengan berbagai maksud dan tujuan tertentu. Ada yang menggunakan media sosial hanya untuk bersenang-senang, jualan, sosial, sebar ilmu, tambah pertemanan dsb.

Nah bagi pengguna medsos yang ingin juga menambah pertemanan, pertemanan di media sosial ini sangat luas. Hal ini memungkinkan kita untuk bisa menambah teman yang lebih banyak bahkan bisa bertemu dengan siapa saja yang kita kehendaki, termasuk teman semasa sekolah atau kuliah dulu, atau bahkan berkenalan dengan orang baru yang sama sekali belum dikenal sebelumnya dari berbagai wilayah yang bisa saja berbeda dengan wilayah tempat tinggal kita.

Obrolan atau chatting antara pria dan wanita dalam hubungan baru di dunia maya pun bisa terjadi dan ini yang terkadang membuat seseorang merasa menemukan gairah dan tantangan baru. Berawal dari sapaan perkenalan biasa, berlanjut ngobrol kebiasaan dan kesukaan masing-masing bahkan sampai curhat masalah keluarga…

Merasa se-iya se-kata dan sama-sama nyaman akhirnya berlanjut ke kopi darat yakni pertemuan dan obrolan tidak lagi di dunia maya tapi langsung dunia nyata. Seringkali mereka tidak sadar jika mereka masing-masing telah memiliki sebuah keluarga dan dan mereka juga tidak sadar justru sejak obrolan di dunia maya hingga ke dunia nyata itulah tahap-tahap perselingkuhan mereka mulai.

Tidak heran apa yang diberitakan oleh ANTARA News tentang masalah perselingkuhan via media sosial ini bahwa Pengadilan Agama Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, mencatat angka perceraian hingga pertengahan tahun ini mencapai 447 kasus, dan sebagian besar di antaranya dipicu penggunaan media sosial yang kurang bijak.

Awalnya hanya iseng menambah pertemanan berlanjut ke chat maya dan nyata hingga terjadilah perselingkuhan dan perceraian.
Kalau sudah seperti ini Hancurlah mahligai rumah tangga yang selama ini dibina bersama. Yang paling menyedihkan justru anak-anak merekalah yang mendapat imbas dari perceraian kedua orang tuanya.

Ya, angka perceraian tersebut tidak bisa dianggap sepele. Dari sini kita musti bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Selain itu sebagai seorang muslim harus tahu rambu-rambu pergaulan pria dan wanita dalam islam baik di dunia maya ataupun di dunia nyata sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah yang mengakibatkan pada masalah yang angkat tidak kita inginkan.

Hukum pergaulan pria dan wanita dalam Islam

Hukum asal kehidupan pria dan wanita adalah terpisah baik dalam kehidupan umum maupun dalam kehidupan khusus. Seorang pria tidak boleh berinteraksi dengan wanita yang bukan mahram dalam kehidupan umum kecuali yang diperbolehkan dalam Syara’ seperti dalam hal pendidikan, pengobatan, ibadah haji, dsb. Begitupun sebaliknya.

Pria dan wanita hanya boleh berinteraksi setelah dia menikah. Interaksi pria dan wanita diluar ketentuan yang telah ditetapkan oleh Syara’ maka termasuk dalam kategori Khalwat yaitu berdua-duaan antara dua orang yang berbeda jenis dan bukan mahram. Khalwat hukumnya haram.

Dalam kasus chat dengan lawan jenis di dunia maya inilah yang kemudian dikategorikan sama dengan berkhalwat. Tidak ada bedanya di dunia maya ataupun di dunia nyata.

Berkenaan dengan Khalwat tercantum dalam firman Allah QS Al Isra’ : 32.

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

Janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.

Ayat di atas mengharamkan dua hal sekaligus: zina dan segala perilaku yang mendekati perbuatan zina termasuk di antaranya adalah berduaan antara dua lawan jenis yang bukan mahram yang disebut dalam istilah bahasa Arab dengan khalwat dengan yang selain mahram.

Dari banyak kasus perselingkuhan dan perceraian yang terjadi tidak bisa dipungkiri bahwa awal terjadinya adalah pelanggaran sebuah aturan kehidupan pria dan wanita yang terpisah ini.

Seseorang yang berani melanggar hukum awal pergaulan pria dan wanita ini maka dipastikan akan terjerumus pada khalwat dan yang terburuk adalah perselingkuhan yang menghancurkan sebuah rumah tangga.

Jadi berhati-hatilah dalam bermedia sosial. Perhatikan dengan siapa kita membuka maupun menerima chatting dari lawan jenis kita.

Wallahu a’lam bi al-shawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here