Butuh Pemimpin Berwawasan Global. DPP GMN : Parpol Yang Dukung Jokowi Harus Berpikir Ulang

0
110

MMORR.NEWS – Dewan Pimpinan Pusat Garda Muda Nasional (DPP GMN), organisasi sayap bidang kepemudaan Partai Amanat Nasional (PAN) menawarkan beberapa tokoh nasional dari kalangan Partai Politik untuk menjadi Capres atau Cawapres pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Joko Widodo (Jokowi) bukan tokoh capres yang ditawarkan GMN.

Ketua Umum DPP GMN, Mansur Husain menyebut dari sekian tokoh nasional yang layak menjadi calon pemimpin Indonesia diantaranya adalah adalah Prabowo Subianto (Ketua Umum  Partai Gerindra), Yusril Ihza Mahendra (Ketua Umum Partai Bulan Bintang), Agus Harimurti Yudhoyono (Politisi Partai Demokrat).

Ada Zulkifli Hasan (Ketua Umum DPP PAN), Anis Matta (Politisi PKS), Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR), Gatot Nurmantyo (Mantan Panglima TNI), Tuan Guru Bajang Dr. H. Zainul Majdi (Gubernur Nusa Tenggara Barat), dan Ahamd Heryawan (Gubernur Jawa Barat).

“Bila perlu semua kandidat diatas sebelum dideklarasikan menjadi Capres/cawapres silahkan diadu depan publik, layak apa tidak sebagai bakal calon, bukan sebaliknya supaya rakyat tidak lagi nanggung beban lima tahun kedepan,”. Demikian di sampaikan Mansur dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (5/3/2018).

Mansur meminta partai politik yang sudah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi sebagai Capres berpikir ulang. Sebab, kata dia, rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki komitmen kebangsaan dan punya wawasan nasional dan global.

“Sebaliknya Indonesia kedepan tidak butuh lagi pemimpin yang hanya pandai retorika, pandai pencitraan, lebih dari itu harus pandai segalanya”, tegas pria asal Ternate ini.

“Pemimpin Indonesia kedepan punya Prinsip “think globally, act locally” artinya berpikir secara global, bertindak secara lokal. Menurut saya, itu adalah kalimat yang wajib dikoleksi dalam prinsip pribadi masing-masing pemimpin kita. Jangan dibalik, mikirnya lokal tapi berbuat banyak untuk kepentingan bangsa lain,” sebut Mansur.

Lanjut lelaki yang biasa di sapa Habib Mansur ini, pemimpin Indonesia kedepan harus terpenuhi beberapa apsek, seperti aspek kecerdasan, aspek kreatifitas dan aspek profesionalitas.

“Cerdas, Artinya memiliki kemmapuan, teruji sebagai pribadi yang baik, jujur dan bisa diteladani, Kreatif, artinya harus memiliki skill kepemimpinan yang mumpuni agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lain ditingkat global. profesional, Kita negara besar, Pemimpinnya pun harus berjiwa besar, harus profesional dalam menyelesaikan setiap persoalan kebangsaan,” seru Mansur.

Lebih lanjut, dia meyakini lolosnya Partai Bulan Bintang (PBB) menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan indikasi kebangkitan partai politik Islam.

“Tak bisa dipungkiri bahwa partai besutan Prof Yusril ini benar-benar partai pejuang sejati, tiada hari tanpa berjuang untuk kepentingan agama nusa dan bangsa,” beber Mansur

“Siapa tidak mengenal bang Yusril, selain cerdas, ahli tata negara, bang Yusril dikenal selalu istiqomah berjuang demi kepentingan rakyat banyak. Menang lawan KPU dan Lolosnya PBB sebagai pserta Pemilu 2019 inshallah sebagai sebuah tanda-tanda alam PBB bisa mewakili partai islam, dengan raihan suara 7 sampai 10 persen,”. Demikian Mansur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here