BUNGKAMNYA DUNIA SOAL GHOUTA

0
72

Oleh :

Isna Yuli Rahmawati,S.Pd
Pemerhati sosial

Lebih dari 500 warga sipil terbunuh. Ribuan orang lainnya terluka parah. Di antara mereka adalah ratusan bayi, anak-anak kecil, juga para wanita. Tak terhitung rumah, rumah sakit, masjid, madrasah dan bangunan lainya luluh lantak.

Itu terjadi di Ghouta timur, Suriah, baru baru ini. Semua adalah akibat pengeboman besar besaran dan membabi buta oleh rezim Bassar Asad sejak akhir pekan lalu. Pengeboman yang amat keji itu didukung penuh oleh aliansi jahat Rusia dan Amerika, juga Iran.

Menyaksikan pembantaian umat Islam untuk kesekian kalinya, dunia kembali bungkam. Para pemimpin dunia tak ada yang bersuara. Seolah tidak terjadi apa-apa. PBB dan lembaga-lembaga HAM dunia juga diam.

Demikian pula para penguasa muslim. Mereka seolah olah buta dan tuli. Padahal jelas, di mata Allah SWT, jangankan ribuan jiwa, pembunuhan satu orang saja tanpa haq (alasan yang dibenarkan syara`) sama dengan membunuh seluruh menusia. Bahkan jika yang terbunuh adalah seorang muslim, maka itu adalah peristiwa yang jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan kehancuran dunia ini.

Tragedi Ghouta di Suriah hanyalah pengulangan belaka dari ratusan bahkan ribuan tragedi yang menimpa umat Islam diseluruh dunia. Jelas, Ghouta bukanlah yang pertama -bahkan mungkin bukan yang terakhir- yang menimpa umat Islam. Sebelum ini ada pembantaian Myanmar, muslim Xinjiang, Khasmir, India, Afrika, Irak, dan Palestina.

Lalu mengapa para penguasa muslim dan Arab tidak bergerak sedikitpun untuk membela warga Suriah? bahkan di Indonesia, negeri yang mayoritas penduduknya dan pemimpinnya adalah muslim seolah olah tidak mendengar kejadian Ghouta?

Jalinan ukhuwah Islamiyah hilang entah kemana, masing masing negeri kaum muslim hanya mementingkan urusannya sendiri, masing masing negeri terpisah dengan garis kedaulatannya masing masing.

Umat islam bagaikan anak-anak ayam yang terpisah dari induknya, Kaum muslim memerlukan sebuah pemersatu, yang tak hanya menyatukan seluruh kaum muslim.

Tapi juga melindungi tiap jiwa dan tiap jengkal tanah milik kaum muslim sebagaimana yang telah dilakukan oleh kholifah Umar bin Abdul Aziz, sebagaimana yang telah dicontohkan pula oleh Rosulullah saw sesaat setelah hijrah ke

Madinah.wallahu alam bishawab..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here