Begini Cara GMKI, Tepis Politisasi Agama dan Informasi Hoax Saat Pilkada 2018

0
34

MMORR – Pada tahun 2018 ini, masyarakat dibeberapa daerah tengah menghadapi Pilkada Serentak. Ruang publik saat ini dipenuh oleh informasi dan berita para calon, baik Incumbent yang hendak mempertahankan kekuasaan, maupun penantang yang hendak merebut kekuasaan.

Demikian hal itu dikatakan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Sahat Martin Philip Sinurat, dalam keterangan tertulisnya, seperti diterima redaksi.

Dalam menghadapi tahun politik tersebut, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dan akan terjadi, diantaranya, adanya upaya politisasi agama, radikalisme, persekusi, ujaran kebencian, dan informasi hoax.

Menjawab hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Sahat Martin menilai, pemerintah maupun partai politik harus bisa memberikan pendidikan politik yang intens kepada masyarakat.

Pendidikan politik tersebut, kata Sahat sangat penting dilakukan, selain saat ini akan berlangsungnya Pilkada Serentak 2018, pada tahun yang akan datang juga, masyarakat Indonesia, akan melangsungkan Pemilihan Presiden pada tahun 2019 mendatang.

“Pendidikan politik harus dilakukan bagi masyarakat kita. GMKI sebagai organisasi mahasiswa, berencana untuk mengadakan pendidikan politik dan pemilu menjelang pesta demokrasi. Ini menjadi salah satu cara kita untuk melawan politisasi agama dan politik uang.” kata Sahat Martin Philip Sinurat.

Tidak hanya itu, Sahat juga meminta agar, semua lembaga yang ada dimasyarakat, semuanya bisa berperan aktif dalam melakukan pembinaan dan pelatihan politik kepada masyarakat, dan bisa terus memberikan pengawasan terhadap kinerja pemerintah.

“Partai politik harus mendidik kader-kader partainya agar, memiliki nilai-nilai integritas, keadilan, kejujuran, dan rasa nasionalisme yang kuat sehingga tidak membedakan suku, agama, gender, dan golongan.” tegas Sahat Sinurat demikian panggilan akrabnya.

Dalam ketetangan tertulisnya, Sahat berpesan, pemerintah saat ini tidak hanya harus fokus pada Pilkada Serentak 2018 di daerah saja. Pemerintah juga, tegas Sahat, harus fokus pada peningkatan kesejahtetaan masyarakat desa nelayan maupun para petani.

“Selain itu, di tahun 2018 ini pemerintah baik pusat dan daerah harus fokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, nelayan dan tani.” tegas Ketua Umum PP GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat. (Ed. Haji Merah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here