Awasi Pemilu, Kaukus Insan Cita untuk Indonesia Siapkan Relawan

0
54
Diskusi yang digelar Kaukus Insan Cita untuk Indonesia.

Relawan Kaukus Insan Cita Untuk Indonesia menggelar diskui publik dengan mengambil tema “Mengawal Pemilu Berkualitas dan Berintegritas.” Diskusi ini diadakan seiring dengan banyaknya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh peserta pemilu jelang pemilihan presiden 2019. Dihadiri oleh Fuadi (Komisioner Bawaslu DKI Jakarta), Bachtiar Baital (Pengamat Politik), dan Sabaruddin (Sekjen Kaukus Insan Cita untuk Indonesia), diskusi berjalan menarik.

Fuadi, Komisioner Bawaslu DKI Jakarta mengatakan, pelanggaran pemilu memang belum sepenuhnya bisa dihilangkan. Masih ada peserta pemilu yang melakukan pelanggaran. Penyebabnya, bisa jadi karena ada yang belum paham tentang aturan Pemilu atau mereka sengaja melakukan pelanggaran untuk tujuan tertentu. “Sebenarnya persoalan pemilu ini sudah ada aturan hukum yang mengatur secara ketat. Hanya saja kadang kita masih abai atau menyepelekan aturan. Kalau aturan itu kita taati bersama saya yakin kita bisa menciptakan pemilu yang berintegritas,” ujarnya di Mir’z Cafe, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Bawaslu sebagai badan pengawas juga sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah berbagai macam pelanggaran pemilu. Misalnya, dengan melalukan sosialisasi ke masyarakat tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam mengikuti seluruh tahapan pemilu ini. Termasuk menerima laporan atau aduan dari masyarakat.
Sementara, Bachtiar Baital pengamat politik menilai bahwa mewujudkan pemilu berintegritas di Indonesia masih sebatas cita-cita. Menurutnya, untuk bisa melahirkan pemilu berkualitas hanya bisa dilakukan jika semua pemangku kepentingan dalam pemilu ini memiliki integritas. Baik penyelenggara pemilu, peserta pemilu ataupun masyarakatnya.
“Saya melihat pemilu berintegritas di Indonesia masih sebatas cita-cita. Kita tidak mungkin bisa melahirkan pemilu berkualitas kalau kita tak punya integritas. Integritas ini soal karakter yang harus menjadi kesadaran kolektif bersama,” jelasnya.

Ia melihat sejauh ini dugaan pelanggaran pemilu juga tidak hanya dilakukan oleh masyarakat atau peserta pemilu. Namun juga penyelenggara pemilu. Bahkan sering kali persoalan pemilu datang dari penyelenggara pemilu termasuk di dalamnya pemerintah. Misalnya persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT), lalu persoalan e-KTP.

“Dalam setiap pemilu yang saya liat kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu masih kurang. Ini menyusul banyaknya persoalan yang belum selesai. Seperti DPT, e-KTP dan respons penyelenggara saat menerima berbagai laporan pelanggaran dari masyarakat,” jelasnya.

Adapun Sabaruddin, Sekretaris Jenderal Kaukus Insan Cita Untuk Indonesia menambahkan, pihaknya sudah memiliki relawan seluruh Indonesia untuk mengawal Pemilu 2019 agar berkualitas dan berintegritas. Kaukus Insan Cita juga sudah melakukan sinergi dengan penyelenggara pemilu untuk mencegah atau mengurangi berbagai macam kecurangan pemilu.
“Semangat Kaukus ini adalah kita ingin Pemilu 2019 ini menghasilkan demokrasi bersih yang bisa diterima oleh semua pihak. Ini bisa dilakukan kalau semua pemangku kepentingan memiliki integritas yang baik,” jelasnya.

Cita-cita itu menjadi harapan bersama yang ingin digaungkan oleh Kuakus bersama para relawan yang lain. Meski Sabaruddin sadar perjuangan untuk melawan kecurangan pemilu tidaklah mudah. Sebab itu, Kaukus ini dibentuk untuk mengawal cita-cita bersama. “Tanpa alat kontrol yang baik dari masyarakat, pemilu di Indonesia belum benar-benar demokratis,” tuturnya.

Ia menyadari pelanggaran pemilu bisa dilakukan oleh siapa saja. Baik masyarakat maupun peserta pemilu. Namun menurutnya potensi pelanggaran pemilu bisa dilakukan oleh penyelenggara atau pemerintah. Sebab, pemerintah punya alat negara yang kuat, dan sewaktu-waktu bisa disalahgunakan untuk kepentingan penguasa.

“Pelanggaran pemilu memang bisa dilakukan siapapun baik kubu 01 ataupun 02. Namun penyelenggara pemilu dalam hal ini pemerintah juga punya potensi melakukan pelanggaran karena mereka punya alat yang kuat yang sewaktu-waktu bisa disalahgunakan,” tandasnya. (Red-ms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here