Aset Negara Melimpah, Calon Presiden Hanya Lip Service

0
138

Diskusi terbatas membahas kondisi perekonomian Indonesia berlangsung di markas Nusantara Center, Depok pada Sabtu lalu, (23/2/2019). Dengan narasumber Prof Yudhie Haryono, diskusi berjalan riuh. Peserta yang berasal dari berbagai profesi itu, mendengar dan menelaah kondisi ekonomi yang disampaikan narasumber.

Ekonomi Pancasila merupakan konsep ekonomi yang telah digagas oleh founding father bangsa ini. “Bung Hatta mencanangkan ekonomi Pancasila mengarah pada istilah ekonomi kerakyatan, yang menjadikan gotong royong sebagai basisnya. Namun, ironisnya ekonomi saat ini menuju neoliberal. Elit negara menguasai banyak potensi ekonomi, misalnya kepemilikan lahan dan pengelolaan sumber daya alam yang tidak mementingkan rakyat,” ungkap Yudhie.

Lahan yang dimiliki sekarang menggunakan beli putus, sehingga setiap warga tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan transfer knowledge. Jika pembelinya pebisnis, lahan warga yang dibeli tidak menjadi aset jangka panjang bagi penjual. “Kedaulatan di negeri ini tidak kuat karena tanah tidak diintegrasi menjadi saham. Berbeda dengan Malaysia, pemilik tanah disana memiliki saham atas tanah yang digunakan sehingga kedaulatan mereka tetap ada,” imbuhnya.

Kekacauan negeri ini, khususnya soal ekonomi adalah para calon presidennya tidak mampu berpikir jauh untuk bangsanya.

“Kita bisa lihat dalam debat capres kedua kemarin. Jokowi tahu bahwa Prabowo punya lahan berhektar-hektar di Indonesia, namun sebagai Presiden, Jokowi tak mampu menasionalisasikan lahan itu. Sama halnya Prabowo, dia mengaku punya lahan tapi tak inisiatif menyerahkan pada negara untuk dikelola untuk kemakmuran bangsa,” paparnya.

Presiden harusnya memiliki kekuatan super untuk memastikan kesejahteraan bangsanya.

Sayangnya, pernyataan petahana untuk merebut elektabilitas hanya lip service. “Dia bilang tidak takut pada siapapun, dan mau melakukan apapun untuk bangsa dan negara. Faktanya, di belakang dia masih banyak elit yang memiliki lahan tapi dia tak mampu menasionalisasikan aset mereka,” kata Yudhie. (Red-ms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here