AMPERA MENGGUGAT : Bersihkan Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia Dari Para Koruptor

0
221

MMORR.NEWS – Koordinator AMPERA (Aliansi Mahasiswa Peduli kedaulatan Negara) Hasyum mengatakan berjalannya proyek arsip kepresidenan (presidential archives) tidak melalui studi/kajian sebelumnya. Hal ini melanggar kepatutan dalam mekanisme pengajuan suatu program perencanaan.

Dalam proposal perencanaan yang diajukan ANRI kepada BAPPENAS dan Kementerian Keuangan, proyek Arsip Kepresidenan akan DISELESAIKAN pada tahun 2017 dengan pengajuan anggaran 30 Milyar. Ketika Kementerian Keuangan menyetujui, Namun hingga tahun 2017, ANRI tidak dapat menyelesaikan proyek tersebut sama sekali.

“Dari 30 Milyar yang digelontorkan, ANRI hanya mampu menyerap 11 Milyar (mohon cek lokasi di Gedung ANRI Gajah Mada di Jalan Harmoni, Jakarta Pusat. Mohon bandingkan antara hasil dengan 11 Milyar yang telah dihabiskan”, sebut Hasyum.

Hasyum menegaskan, disini besar kemungkinan ditemukan tindak pidana korupsi/penyelewengan uang negara). Lantas kemana sisa anggaran yang 19 Milyar? Sisa anggaran tersebut dibagikan kepada unit kerja lain di ANRI yang tidak ada kaitannya dengan proyek Arsip Kepresidenan (disini juga besar kemungkinan penyelewengan uang negara).

“Proyek serupa sudah pernah ada, yakni BALAI KIRTI yang terletak di Istana Presiden di Bogor”, tambah nya.

Dalam aksi Senen (04/06/2018) mahasiswa Ampera menyampaikan tuntutannya diantaranya. Pertama, mendesak BPK melakukan Auidit ulang terhadap proyek kearsipan presiden.

Kedua, Periksa inspektorat ANRI dan pecat pejabat ANRI yang terbukti melakukan penyelewengan anggaran.

Ketiga kata Hasyum, agar KPK konsen mendalami permasalahan penyelewengan keuangan negara dalam permasalahan ini.( F4D1L)****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here