Aliansi Nusantara Gelar Diskusi, Senator DPD RI Komitmen Bangkitkan Kopi Nusantara

0
63

Aliansi Nusantara, sebagai salah satu ormas di Indonesia menggelar diskusi dengan tema “Menanti Era Kebangkitan Kopi Nusantara”, di Mahogany Cafe, Gedung Anda DPD RI, Senayan pada Kamis, (21/3/2019). Adapun narasumber yang hadir dalam diskusi, Ir.Anang Prihantoro (Anggota DPD RI Lampung), Nofi Candra (Anggota DPD RI Sumatera Barat), Prof. Jhon Pieris (Anggota DPD RI Maluku) dan Mickael Rudy (Baracik Kopi).

Setelah dibuka secara resmi oleh Deputi Sekjend DPD RI, Adam Bakhtiar, S.H., MAH, diskusi dipandu oleh Ketua Umum Aliansi Nusantara, Budiman Soelaim. Sebagai pengantar Budiman menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kebun kopi terluas di dunia, namun jumlah produksinya tidak berbanding lurus. “Dalam hal produksi kopi, kita masih kalah dengan Brazil dan Vietnam. Dari total produksi kopi tingkat dunia yang mencapai sekitar 154 juta karung, ada 80 jutaan karung berasal dari kedua negara tersebut,” ungkapnya.

John Pieris menyayangkan kondisi tersebut, “Kita harus akui bahwa masih ada kekurangan produksi kopi di Indonesia. Untuk itu, perlu mengedukasi petani agar cara tanam dan menyosialisasikan kepada masyarakat untuk minum kopi Nusantara yang asli dari petani Indonesia”.

Ia juga menyampaikan bahwa kopi merupakan komoditas yang unik dan memiliki berbagai keunggulan. “Kopi erat kaitannya dengan budaya masyarakat Indonesia. Dalam tradisi di Maluku, pesta adat atau pernikahan, kopi menjadi minuman terakhir sebagai penetralisir aroma. Secara medis, kopi adalah minuman yang menyehatkan dibanding teh dan yang lain. Keunikan lain kopi adalah, untuk mengawetkan mayat dengan menaburkannya,” imbuhnya.

Sementara, senator dari Lampung, Anang Prihantoro berkomitmen menumbuhkan produksi dan distribusi kopi sebagai komoditi ekspor yang potensial. “Kami melihat peluang dan tantangan dari komoditas kopi ini. Satu sisi, kopi menjadi unggulan ekspor Indonesia, namun petani kopi masih belum mendapatkan dukungan penuh. Kami akan mereview regulasi yang berkaitan dengan komoditas kopi, agar melahirkan kebijakan yang lebih pro terhadap petani,” terangnya.

Peserta diskusi antusias mendengar pemaparan narasumber dengan sesekali menyeruput kopi Nusantara yang disediakan panitia. Rencananya, diskusi tentang keunikan kopi Nusantara akan kembali digelar.

“Kami melihat antusias peserta dan narasumber untuk menggali lebih dalam mengenai persoalan kopi dan keunikannya. Kami akan carikan format diskusi dengan tema kopi yang lebih berbeda, semoga lebih menarik dan peserta antusias,” kata Zainal Abidin, Sekjen Aliansi Nusantara saat ditemui redaksi. (Red-ms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here