Agus Harta Yang Saya Kenal, Berkawan Lebih Dari Saudara !

0
121

 

JAKARTA, MMOR.NEWS – Perhelatan Kongres HMI tahu. 2008 silam, masih terbayang, dan momentum itu masih jelas bergelayutan di memori saya. Selembar koran bekas serta kardus disobek, jadi alas tidur kami di posko pemenangan kakanda Farhan Syuhada.

Dalam hal pemenangan kakanda Farhan Syuhada, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan, menjadi salah satu pendukung, dalam Kongres di Palembang.

Saat itu, saya dari Koordinator Komisariat (Korkom) dari Cabang Jakarta Selatan, bersama Agus Harta yang juga kader HMI Komisariat Azzahra berada sekitar 2 km, di arena Kongres.

Jarak yang lumayan jauh kami tempuh, dengan jalan kaki. Semangat rombongan liar (Romli), dalam Kongres, itu ibarat Jamaah Haji. Ya, Kongres HMI bisa dibilang hajinya anak HMI. Sesama kader, saya ingat betul dengan sosok Agus Harta, kawan seperjuangan saya, sesama pengurus cabang periode 2009-2010.

Pada saat itu, saya dan Agus sama-sama Ketua Bidang, namun bidang yang berbeda, saya dibidang Pemberdayaan Aparatur Organisasi (PAO) dan Agus dibidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP), saat itu ketua umum HMI Cabang Jakarta Selatan, adalah bang Fahmi Dzikrillah.

Agus yang saya kenal, adalah sosok kader yang sangat lincah dan militan. Suasana masih pagi, Agus sudah menyambangi arena Kongres. Dulu Agus itu rambutnya gondrong, dan yang paling lucu, ketika ia bercerita, ya bernostalgia, pasti semuanya terbahak-bahak. Ya ada saja bahan banyolannya itu anak.

Sejak berkarir di HMI, Agus Harta memiliki track reord yang sangat bagus, hingga saya tidak heran jika karir Agus di HMI begitu mulus, dalam hal ini, ada potensi yang dimiliki olehnya, yakni dalam dunia pergerakan di HMI. Pengabdian dan loyalitasnya untuk Himpunan tanpa batas.

Ia punya modal keberanian dan disuport dengan amunisi Intelektual. Ya walaupun dari sisi akademis, Agus kurang menonjol, tapi semangat membaca, dan diskusi Agus begitu tinggi. Semangat itu pun diteladani oleh kader-kadernya di komisariat Azzahra.

Beberapa kali saya datang ke Cilosari 17 Cikini, dimana itu adalah tempat adalah Sekretariat Bersama HMI Se-Jakarta, komisariat Azzahra selalu ada kajian, sekalipun dalam kajian itu hanya 3 sampai 4 orang, tetapi kajian itu tetap berjalan dengan konsisten.

Tidak hanya itu, saat di Cilosari, saya juga sering mendengar bagaimana Agus mengarahkan adik-adiknya untuk teris belajar, membaca, berdiskusi, dan juga belajar menjadi pemateri Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP), yang itu adalah Ideologi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Sejarah HMI, dan Konstitusi, pada materi Latihan Kader I.

Selain itu, Agus juga getol menyuruh adik-adiknya di Komisariat, agar terus mengikuti jenjang kaderisasi di Latiha Kader II atau Intermediet Training. Dalam dunia pergerakan, selama sepuluh tahun ini, nama Agus Harta selalu ada, bahkan Kanit Intelkam Polda Metro Jaya, maupun Intel Polres mencatat nama Agus.

Dengan modal semangat itu, pola gerakan dibuat sedemikian kreatifnya oleh Agus Harta. Mengenai isu, selalu tidak jauh dari soal isu kebangsaan, isu politik nasional, dan juga isu keumatan. Dalam dunia gerakan, posisi Agus selalu berada pada garda terdepan.

Dalam setiap gerakan, Agus Harta kerap kali menjadi koordinator dan selalu memimpin orasi. Sekalipun berbadan kecil, dan pendek, namun soal nyali, Agus Harta tidak usah diragukan. Ibarat kucing, nyawanya ada sembilan.

Pada Kongres HMI Ke XXX di Kota Ambon, Agus Harta menjadi salah satu kandidat Ketum PB HMI. Sebagai kader terbaik di Jakarta, Agus banyak didukung oleh senior-senior Jakarta. Bermodalkan relasi dan hubungan baik dalam menjalin persahabatan, membuat dirinya mendapatkan dukungan.

Agus dalam hal ini cukup apik dan rapih dalam menjaring koneksi ke senior-senior, tidak hanya dalam hal senior, Agus juga rapih dalam merangkul junior dan banyak merangkul kelompom yang kerap dianggap sebagai kelompok yang bersebrangan dengan dirinya dalam hal politik.

Saya mengakui, Agus Harta sangat jago dan mahir dalam mengatur konflik dan berkawan. Untuk menjadi pemimpin di HMI, sejauh yang saya amati, sangat banyak, yang lebih pintar juga banyak, yang religius juga ba yak, namun yang mampuh merawar jaringan, dan cepat beradaptasi masih langka, bahkan jarang.

Meskipun begitu, saya menilai, Agus adalah salah satu kandidat yang punya modal ke Arah sana, dan sosok Agus juga adalah sosok ‘Problem Solver’ atau pemecah masalah. Sebagai sahabat, saya hanya bisa membantu doa, semoga ‘Arah Perjuangan HMI’ kedeoannya bisa terukur.

Dalam momentum Kongres HMI Ke XXX ini, sudah saatnya, mengembalikan kejayaan HMI sebagai kiblat pergerakan anak muda Islam Progresif, Intelektual Organik, dengan dua harapan itu, mari kita rapatkan barisan perjuangan, agar lebih mengakat pada umat, bukan elite.

Nurfahmi Budi Prasetyo
Penulis Adalah Sahabat Agus Harta di Himpunan Mahasiswa Islam. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here